The Child & The Parents
Kala itu, di Pantai Indah Widarapayung, nampak seorang ayah bersama anaknya tengah asik bermain air. Derunya ombak memikat hati si kecil untuk terus berlari kencang, namun membuat hati sang ayah tegang, khawatir akan keselamatan anaknya. Mencoba memastikan dan membersamai, langkah kakinya sampai pada si kecil. Menuntun dari belakang, bersiaga pasang badan untuk si kecil.
Dari jauh ku memandangi, betapa eloknya pemandangan yang kau berikan Tuhan. Sungguh harmonisnya jalinan kasih disana. Namun, terkadang aku berpikir, sejatinya hubungan anak dan orangtua itu sangat kompleks. Seorang anak, tidak memaksa untuk dilahirkan, tidak memaksa untuk dihadirkan. Namun, banyak harapan yang dinaungkan padanya. Seolah kehadirnya menjadi sebuah tuntutan akan ekspetasi yang tak pernah ia pilih.
Orangtua sering menaruh harapan dan ekspektasi pada anak, merasa paling berhak atasnya. Namun, terkadang lupa bahwa anak pun memiliki jati diri, bahwa hidupnya adalah miliknya sendiri. Alih-alih mengarahkan dengan kasih, sering kali mereka digerakkan oleh ketakutan — takut anaknya mengalami nasib yang sama. Padahal, anak pun berhak berjalan di jalannya sendiri.
Kompleks, rumit, namun jalinan kasih itu nyata. Kupikir tidak semua orangtua seperti itu, hanya segelintir saja. Namun, yang kutemui di sekitar, banyak yang mengalami hal serupa. Apakah ini termasuk salah satu karakteristik gaya parenting Asia? menurutmu bagaimana?

Komentar
Posting Komentar