BINTANG LAUT BUKAN BINTANG KEHIDUPAN
Gambar diatas diambil pada tanggal 24
Desember 2020, di Pantai Widara Payung Cilacap, Jawa Tengah menggunakan ponsel . Apabila dilihat dari bulan dan tahun diambilnya foto
tersebut, dapat dikatakan bahwa pada bulan tersebut dunia tengah dihadapkan
dengan pandemi covid-19. Tepatnya pada bulan Maret virus tersebut singgah di
negara tercinta kita, Indonesia. Sebagian besar masyarakat Indonesia sangat
terkejut dan bahkan tidak percaya, makhluk kecil yang berasal dari China
tersebut dapat masuk di Indonesia.
Menanggapi berita tersebut, beberapa
kampus membuat kebijakan terkait kegiatan belajar mengajar. Sore itu ketika
tengah berkumpul di lorong asrama, mahasiswa dikejutkan dengan berita bahwa
perkuliahan akan dilaksanakan secara daring. Seluruh mahasiswa akan dipulangkan
ke rumah masing-masing. Mendengar kebijakan kampus tersebut, sedikit membuat
hati bahagia karena akan segera berjumpa dengan orang tua di kampung.Namun,
disisi lain ada kecemasan dan kekhawatiran yang dirasakan, sebab ujian akhir
semester yang tinggal menghitung beberapa hari lagi akan selesai terancam
dilaksanakan secara online. Keadaan tersebut mengharuskan mahasiswa untuk
beradaptasi kembali dengan sistem yang baru. Sebenarnya sangat sedih jika
dibilang, pasalnya kala itu saya dan teman seasrama saya sedang akrab-akrabnya.
Tak ingin terlena oleh kesedihan, dan sebelum dipisahkan kembali oleh jarak, kami
berempat bergegas pergi ke koin untuk mengabadikan momen manis, sebelum
dipisahkan oleh jarak yang mambuat hati menangis.
Oke kita kembali ke topik awal. Jadi
disini saya hendak menceritakan sedikit tentang gambar yang ada di atas. Pasti
disini temen-temen sudah tidak asing lagi dengan gambar diatas?? Iya bener
sekali, gambar di atas ialah bintang laut. Bintang laut memiliki jari memanjang
sebanyak 5 buah. Jari-jari tersebut biasanya digunakan untuk membantu
pergerakannya, baik untuk mencari makan, berenang dan aktivitas lainnya. Secara
ilmiah, jari yang memanjang pada bintang laut disebut dengan amburakral yang
digunakan untuk menangkap makanan. Bintang laut termasuk kedalam jenis
Echinodermata kelompok Asteoridea. Echinodermata berasal dari kata echinus yang
berarti landak dan derma yang artinya kulit, jadi echinodermata merupakan hewan
berkulit landak (Suwignyo et al. 2005).
Nah, temen-temen dapat lihat pada gambar diatas, bahwa pada setiap sisi kaki
amburakral terdapat duri-duri. Duri tersebut berfungsi melindungi bintang laut dari predator. Jadi
kalo temen-temen pergi ke laut dan menemukan bintang laut, harus hati-hati ya
jangan asal pegang, takut ketusuk durinya, kan sakittt...huhuu. Seara fisik,
tubuh bintang laut bewarna-warni, tidak seperti pada gambar diatas yang nampak
pucat, karena sudah mati. Biasanya bintang laut ditemukan di dasar perairan.
Sumber :
Suwignyo S, Widigdo B, Wardiatno Y,
Krisanti M. 2005. Avertebrata Air Jilid I. Bogor (ID) : Penebar Swadaya.


Komentar
Posting Komentar