Mangrove Sebagai Blue Carbon : Mitigasi Perubahan Iklim Global
Tahukah kamu? Mangrove memiliki peranan yang besar loh dalam mengatasi pemanasan global yang tengah terjadi saat ini.
Akhir-akhir ini ngerasa panas banget gak sih? kipas angin kalo bisa ngeluh capek, itu udah bilang deh. Hampir 24 jam non-stop, kipas angin atau AC pasti selalu nyala kan di rumah atau kamar kalian? Pengen mandi, berharap bisa lebih adem, eh buset airnya malah ikutan panas? Hayo siapa yang salah kalo udah begini?
Peristiwa di atas merupakan dampak dari meningkatnya pemanasan global dan perubahan iklim. Bahkan, gunung es atau gletser di kutub utara udah mulai mencair loh gais. Hal ini bikin muka air laut meningkat loh, bahkan beberapa negara di Eropa juga terdampak dari peristiwa mencairnya gunung es ini loh, sampe-sampe ada tuh yang rumah nya kebawa arus dari dampak mencairnya gunung es di kutub utara. Selain itu guys, di seluruh dunia saat ini udah banyak banget bencana yang terjadi kan ya? mulai dari kekeringan yang tengah melanda negara kita tercinta Indonesia hingga banjir yang terjadi di Australia baru-baru ini.
Pada intinya sih guys, dunia ini udah semakin tua dan makin renta, jadi di sisa-sisa waktu yang ada yuk mulai aware terhadap kondisi lingkungan kita, mulai bareng-bareng jaga lingkungan kita ini. Caranya gampang kok guys, dengan rajin menanam pohon Mangrove itu udah turut serta mengambil langkah kecil dalam menyelamatkan bumi loh guyss. Kok bisa sih dengan menanam mangrove? Bisa dong, yuk kita bahas. Seperti yang kamu lihat gambar di bawah ini, pohon Mangrove yang kemungkinan baru ditanam ini, nantinya bisa memberikan dampak yang baik loh guys bagi lingkungan kita. Kok bisa? yuk mari kita bahas..
Kalian pasti udah gak asing lagi kan dengan tanaman diatas itu? bagi temen-temen yang sering main ke pantai atau anak pesisir pasti udah gak asing lagi kan? yeap tanaman diatas itu bibit pohon mangrove yang baru ditanamn ya guys...
Mangrove seringkali kita temui di wilayah pesisir atau daerah pasang surut (intertidal). Mangrove sendiri merupakan vegetasi yang memiliki sifat halofitik yaitu kemampuan hidup pada lingkungan bergaram. Mangrove memiliki manfaat yang sangat besar loh. Sistem perakarannya yang kuat dan kokoh mampu meredam gelombang, menahan lumpur, dan mencegah abrasi pantai. Selain itu, mangrove juga berperan sebagai daerah asuhan (Nursery ground), mencari makan (Feeding ground) bagi beberapa jenis ikan dan species lainnya.
Mangrove memang sangat kaya akan manfaat. Baru-baru ini, banyak yang menggalakan aksi tanam mangrove sebagai salah satu langkah dalam memerangi pemanasan global. Lantas, bagaimana peranan mangrove ini dalam memerangi pemanasan global dan perubahan iklim?
Apabila dilihat dari aspek biologi, Mangrove berperan dalam menyerap karbon di atmosfer dan menyimpannya dalam bentuk biomassa dan sedimen. Ekosistem Mangrove menyerap karbon yang ada di atmosfer, kemudian mengkonversinya menjadi senyawa organik melalui proses fotosintesis. Hasil dari proses fotosintesis tersebut digunakan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan dari pohon mangrove itu sendiri. Semakin besar diameter pohon, maka dapat diperkirakan semakin besar pula biomassa karbon yang terserap. Ini lah yang dinamakan peranan Mangrove sebagai Blue Carbon.
Mangrove seringkali kita temui di wilayah pesisir atau daerah pasang surut (intertidal). Mangrove sendiri merupakan vegetasi yang memiliki sifat halofitik yaitu kemampuan hidup pada lingkungan bergaram. Mangrove memiliki manfaat yang sangat besar loh. Sistem perakarannya yang kuat dan kokoh mampu meredam gelombang, menahan lumpur, dan mencegah abrasi pantai. Selain itu, mangrove juga berperan sebagai daerah asuhan (Nursery ground), mencari makan (Feeding ground) bagi beberapa jenis ikan dan species lainnya.
Mangrove memang sangat kaya akan manfaat. Baru-baru ini, banyak yang menggalakan aksi tanam mangrove sebagai salah satu langkah dalam memerangi pemanasan global. Lantas, bagaimana peranan mangrove ini dalam memerangi pemanasan global dan perubahan iklim?
Apabila dilihat dari aspek biologi, Mangrove berperan dalam menyerap karbon di atmosfer dan menyimpannya dalam bentuk biomassa dan sedimen. Ekosistem Mangrove menyerap karbon yang ada di atmosfer, kemudian mengkonversinya menjadi senyawa organik melalui proses fotosintesis. Hasil dari proses fotosintesis tersebut digunakan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan dari pohon mangrove itu sendiri. Semakin besar diameter pohon, maka dapat diperkirakan semakin besar pula biomassa karbon yang terserap. Ini lah yang dinamakan peranan Mangrove sebagai Blue Carbon.
Tentunya kemampuan ekosistem Mangrove dalam menyimpan karbon ini berperan sangat penting dalam mitigasi perubahan iklim global. Nah guys, udah tau kan bagaimana peran mangrove yang begitu besar bagi lingkungan? Yuk Mulai Sekarang Tanam Mangrove, selangkah aksimu akan sangat bermakna untuk kelangsungan hidup di masa depan! Cegah pembukaan lahan mangrove untuk aktivitas tambak.
Referensi :
https://www.researchgate.net/publication/283426823_Stok_Karbon_dan_Struktur_Komunitas_Mangrove_Sebagai_Blue_Carbon_di_Tanjung_Lesung_Banten [accessed Oct 07 2023].
http://repo.unsrat.ac.id/2658/1/Mangrove_Biologi_Ekologi_Rehabilitasi_Konservasi_2018.pdf


Komentar
Posting Komentar