Review Buku Who Moved My Cheese?

  

source image : Linkedin Vikas Rawat

 Buku berjudul "Who Moved My Cheese?" merupakan karangan Dr. Spencer Johnson yang diterbitkan pada tahun 1998. Buku ini dinobatkan sebagai buku terlaris dengan jumlah satu juta eksemplar yang didapat dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun sejak buku ini terbit, tepatnya 16 bulan setelah terbit. Meskipun termasuk buku keluaran lama, namun esensi dan substansi buku ini masih sangat relate dengan kehidupan sekarang maupun di masa depan. Buku ini termasuk golongan buku self development. Di dalam buku ini, para pembaca akan dibawa untuk menilik apa arti sebenarnya akan 'perubahan'. Sejujurnya saya tidak membaca full isi dari buku ini, saya hanya membaca versi salinan bahasa Indonesianya yang berisi benang merahnya saja. Namun, disini saya akan mencoba menuliskan dan membagikan kembali apa yang saya dapat dari buku tersebut. 

    Di dalam buku ini diceritakan ada 4 orang tokoh dengan karakter yang berbeda-beda, terkhusus dalam memandang 'perubahan'. Ke- empat tokoh tersebut terbagi ke dalam 2 kelompok, kelompok pertama yaitu 'Si Tikus' dengan tokohnya Sniff dan Scary, sementara kelompok kedua yaitu 'Si Kurcaci' dengan tokohnya Hem dan Haw. Keempat tokoh ini memiliki cara pandang yang berbeda akan 'perubahan', mulai dari si rumit hingga si sederhana. 

Sniff, yang mampu mengendus adanya perubahan dengan cepat

Scurry, Yang segera mengambil tindakan

Hem, Yang menolak dan mengingkari adanya perubahan karena takut apabila perubahan itu mendatangkan hal yang buruk

Haw, mencoba beradaptasi, perubahan mampu mendatangkan sesuatu yang lebih baik

Keempat tokoh dengan karakter masing-masing ini, tentu sering kita temui di kehidupan atau bahkan sebagian dari kita ada yang sama karakternya dengan tokoh tersebut. 

Maksud dari Cheese disini adalah sebuah kehidupan baik itu tentang pasangan, pekerjaan, bisnis, pendidikan dan lainnya. Sejatinya kita hidup didunia yang penuh dengan kedinamisan, sisanya adalah karakter yang ada pada diri kita dalam menyikapi kedinamisan akan hidup tersebut. 

    Diceritakan keempat tokoh tersebut berjalan melalui labirin untuk menemukan Cheese yang lezat dan enak sehingga bisa menumbuhkan kebahagiaan.  Sniff dan Scurry menelusuri labirin tersebut hingga bertemu dengan Station Cheese C dimana ditemukan Cheese yang melimpah dan lezat, mereka kemudian menikmati Cheese tersebut hingga hanya tersisa remahan saja, kemudian karena karakter mereka yang masing-masing mampu mengandus akan adany perubahan dan langsung take action, maka mereka melanjutkan perjalanan karena yakin akan ada Station Cheese lain yang menyediakan Cheese lebih banyak dan lezat untuk dinikmati.

Berbeda dengan Hem dan Haw, 

Saat mereka memasuki labirin, kemudian ditemuinya Stasiun Cheese C mereka masuk dan sedikit menikmati cheese yang tersisa. Hem tak terima, mengapa hanya tersedia remahan saja dan jumlahnya sedikit?! kemudian mereka pulang kerumah, mencoba menganalisis penyebabnya. Kejadian tersebut berulang, hingga Haw tak tahan lagi untuk menahan laparnya sehingga dia memutuskan untuk mengajak Hem berjalan menuju labirin berikutnya. 

Namun, ditolak oleh Hem, karena sudah merasa takut duluan dan khawatir nanti yang akan ditemuinya sama atau bahkan lebih buruk dari Stasiun Cheese C, Hem memilih dirumah dan mencoba menganalisis. Lapar yang tidak bisa ditahan membuat Haw berjalan sendirian.

Haw mampu melawan rasa takutnya sehingga percaya dan yakin meneruskan perjalanan. Selama di perjalanan Haw mencoba melukiskan dirinya akan bertemu dengan stasiun cheese dengan keju lezat nan berlimpah, sehingga ia bisa menikmatinya dengan penuh rasa kebahagiaan.

Selama di perjalanan, Haw selalu meninggalkan tulisan sebagai penanda bahwa dirinya pernah berjalan disitu dan berharap Hem membacanya sehingga bisa menumbuhkan kenyakinan untuk si Hem.


Seiring berjalannnya waktu...

Akhirnya Haw menemukan Stasiun Cheese dengan keju melimpah dan lezat, langsung bergegas Haw menggantungkan sepatunya dan menikmati Cheese tersebut. Setelah mencoba masuk, di dalam stasiun didapati Sniff dan Scurry yang tengah duduk dengan perut membesar penuh keju kekenyangan, mereka hanya tersenyum kepada Haw dan memepersilahkannya untuk menikmati Chesee tersebut. 

Haw berpikir, 'Jika kemarin aku lebih cepat langsung menelusuri labirin tanpa mengikuti Hem pasti aku sudah menemukan banyak stasiun cheese yang lezat'

Haw yang tengah menimati cheese sangat merasa bersyukur bahwa pengambilan keputusannya sudah benar, namun ia juga masih teringat Hem yangtak kunjung ikut dan sibuk dirumah untuk menganalisis problem di stasiun Cheese C tadi.

Hal yang bisa kita dapat dari cerita ini adalah : 

1. Lawan rasa TAKUT, lakukan perubahan atau Anda akan punah

Penyebab utama sebagian orang untuk melakukan perubahan adalah dibayang-banyangi rasa takut yang ada pada dirinya. Dari buku ini sudah terihat jelas, orang yang tidak mampu melawan rasa takutnya [Hem] cenderung stagnan atau diam di tempat tidak melakukan perubahan, sehingga dia tidak bisa merasakan betapa nikmatnya Cheese, berbeda dengan Haw, yang mampu melawan rasa takutnya sehingga bisa menikmati dan berbahagia dengan Cheese yang ditemukannya. Rasa takut yang datang itu tercipta dari pikiran-pikiran kita yang cenderung khawatir akan masa yang akan datang, padahal kita tidak tahu akan seperti apa di depan sebelum mencobanya bukan? jadi lawan rasa takut yang ada dan lets take action.

2. Penyesuaian itu penting, lakukan atau Anda akan punah

Perubahan itu berjalan beriringan dengan dinamisnya kehidupan, ketika kamu hanya DIAM tidak mencoba mengikuti [beradaptasi] dengan kehidupan yang dinamis ini maka kamu akan Punah. Di cerita buku ini, Haw adalah perwujudan dari manusia yang bisa mengiringi kedinamisan kehidupan, dia mau berubah dan percaya bahwa perubahan itu mendatangkan hal baik bukan sebaliknya.

3. Lakukan sekarang atau Anda akan punah

Apabila kita mengendus adanya perubahan maka take a action, jangan menunggu. Lakukan, mantapkan hati dan niat, percayakan bahwa perubahan akan menciptakan hal baik. Tidak ada yang telat ataupun terlambat, selagi kita berusaha untuk berubah maka itu sudah satu langkah lebih maju daripada hanya diam di tempat tanpa adanya usaha. Tokoh Haw disini memiliki kepercayaan yang tinggi dan mampu bergerak cepat mengambil keputusan untuk membawa perubahan akan dirinya, berkat hal itu dia berhasil menikmati Cheese lezat impiannya. Lihat Hem yang tidak mau mencoba apapun, dia hanya diam dan tidak bisa merasakan Cheese lezat lainnya.

4. Lukislah dan mainkan imajinasi Anda

Ketika menginginkan sesuatu, adanya perubahan. Maka bayangkan, sesuatu itu, seolah-olah sudah berhasil mendapatkannya atau istilahnya di jaman sekarang adalah manifesting. Bayangkan dan rasakan, karena hal ini memberikan pengaruh yang luar biasa bagi pikiran dan tubuh kita sehingga mampu mendorong untuk proses pencapaiannya, karena pikiran sangat berpengaruh terhadap tubuh kita.

Selagi kita punya keinginan untuk berubah, maka langsung take a action, jangan menunggu lama-lama, karena kejutan besar di depan sudah menunggu mu. Empat intisari yang saya dapatkan dari buku Who Moved My Cheese, apabila ada teman-teman yang sudah berhasil membaca bukunya full version bisa sharing ya. 

Dari keempat karakter tersebut kira-kira kamu yang mana nih? 



Komentar

Postingan Populer